Downtime yang tidak terjadwal merupakan salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan manufaktur. Setiap menit mesin berhenti beroperasi tanpa perencanaan berarti kehilangan output, keterlambatan pengiriman, dan biaya tambahan yang seharusnya dapat dihindari. Sayangnya, banyak perusahaan baru menyadari akar masalah downtime setelah dampaknya cukup besar terhadap operasional.
Artikel ini membahas bagaimana sistem Epicor membantu perusahaan manufaktur mengidentifikasi sumber inefisiensi di lini produksi dan mengurangi risiko downtime yang tidak terjadwal.
Pada banyak perusahaan, data mesin produksi dan sistem ERP berjalan secara terpisah. Tim di lantai produksi mungkin sudah menyadari adanya penurunan performa mesin, namun informasi tersebut tidak tercatat secara sistematis atau tidak sampai ke tim yang berwenang mengambil keputusan tepat waktu.
Akibatnya, tindakan perbaikan sering kali baru dilakukan setelah mesin benar-benar berhenti beroperasi, bukan sebagai langkah pencegahan.
Perusahaan yang berhasil mengurangi downtime tidak terjadwal umumnya merasakan dampak positif yang lebih luas, di antaranya peningkatan output produksi, ketepatan waktu pengiriman ke pelanggan, serta efisiensi biaya perawatan mesin karena tindakan preventif dapat dilakukan lebih terencana.
Namun, manfaat ini hanya dapat dirasakan optimal apabila sistem dikonfigurasi sesuai dengan karakteristik proses produksi masing-masing perusahaan. Konfigurasi yang tidak tepat justru dapat membuat data yang dihasilkan kurang relevan dengan kondisi operasional aktual.
Tim Apergu membantu perusahaan manufaktur memetakan proses produksi secara menyeluruh, menentukan indikator yang perlu dipantau, serta mengonfigurasi sistem Epicor agar benar-benar mendukung pengurangan downtime sesuai kondisi lini produksi Anda.
Diskusikan tantangan downtime produksi di perusahaan Anda bersama tim Apergu untuk mendapatkan evaluasi awal dan rekomendasi langkah yang sesuai.